Prestasi

LOGO IPB RESMI 2013

free counter

 Prestasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditrenbang IPB

Download Klik Disini

1. Penghargaan Satya Lancana

2. Prestasi di Lingkungan IPB

3. Dalam Berita Nasional

 Penghargaan

Satya Lancana Karya Satya

 
Satyalancana Karya Satya X Tahun
:

No.

Nama Staf

Instansi yang Memberikan

Tahun

1

Ir. Heri Purwanto

Presiden R.I – Sekretaris Militer Kepala Biro Tanda-Tanda Jasa
/Kehormatan Sekretaris Negara RI

2005

2

Ir. Suparman, MM

s.d.a

 2005

3

Enung Nurhayati

s.d.a

2006

4

Ahmad Suganda

s.d.a

2006

1

Sumarna Djajadiredja

s.d.a

2006

6

Rasyid

s.d.a

2008

7

 

 

 

8

 

 

 

9

 

 

 

 Penghargaan
Satyalancana Karya Satya XX Tahun
:

No.

Nama Staf

Instansi yang Memberikan

Tahun

1

Ir. Suparman, MM

Presiden R.I – Sekretaris Militer Kepala Biro Tanda-Tanda Jasa
/Kehormatan Sekretaris Negara RI

2006

2

Devi Aryani

s.d.a

2006

4

Ahmad Suganda

s.d.a

2010

1

Sumarna Djajadiredja

s.d.a

2010

5

Enung Nurhayati

s.d.a

2012

6

Untung Mulyatno, SE

s.d.a

2011

7

 Rasyid, S.Mn

s.d.a

 2016

8

 

 

 

  Penghargaan
Institut Pertanian Bogor :

.

No

Jenis Penghargaan

Instansi
yang Memberikan

Tahun

1

Finalis Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi Tingkat Institut Pertanian Bogor Tahun 2010 – Rasyid

Rektor Institut Pertanian Bogor

2010

2

Finalis Tenaga Administrasi Umum Berprestasi Tingkat Institut Pertanian Bogor Tahun 2011 – Rasyid

Rektor Institut Pertanian Bogor

2011

3

Juara Pertama Tenaga Administrasi Umum Berprestasi Tingkat Institut Pertanian Bogor Tahun 2013 – Rasyid

Rektor Institut Pertanian Bogor

2013

Dalam Berita Nasional :
Statistika & Analisis Data, Rumit tapi tak Berguna?

27 Perguruan Tinggi Ikuti Munas Forstat di UII
18 Maret 2012 
Copyright © 2016. Universitas Islam Indonesia 

ImageForum Pendidikan Tinggi Statistika Indonesia atau yang biasa disingkat FORSTAT menggelar Musyawarah Nasional untuk kali kedua dengan penyelenggara Program Studi Statistika Universitas Islam Indonesia (UII). Bertempat di Gedung Perpustakaan Dr. Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang KM. 14,4 Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (17/3), Musyawarah Nasional dibuka secara langsung oleh Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Turut hadir dalam acara pembukaan Ketua FORSTAT, Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si. bersama Dekan FMIPA UII, Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt.

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya menyampaikan, Statistika merupakan ilmu yang sangat penting dan bermanfaat, yang bisa digunakan untuk banyak hal, bahkan di semua bidang ilmu juga membutuhkan akan ilmu statistika ini. Dalam konteks lebih luas diantaranya, statistika digunakan dalam perhitungan quick count pada pemilihan calon Kepala Daerah, Parai Politik bahkan pada  pemilihan Calon Presiden.

Namun demikian menurut Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, saat ini banyak juga hasil perhitungan yang disampaikan tidaklah obyektif, yang mana banyak penilaian yang dihasilkan tergantung dari siapa yang memesan. Hal tersebut tentunya juga menjadi tanggung jawab prodi statistika untuk meluruskan melalui pendidikan yang utuh terkait penggunaan ilmu statistika yang jujur, misalnya dengan melakukan research yang kridible.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ir. Hari Wijayanto, menyinggung banyaknya pekerjaan dibidang stastika diisi oleh orang-orang yang kemampuan statistikanya sangat minim. Hal tersebut menurutnya dikarenakan tingginya kebutuhan akan lulusan setatistika yang tidak seimbang dengan jumlah alumni Prodi Statistika itu sendiri, dimana di Indonesia hanya ada sekitar 15 Prodi saja. Oleh karenanya melalui FORSTAT, Dr. Ir. Hari Wijayanto, berharap keberadaan Prodi Statistika dapat ditingkatkan, sehingga pemenuhan kebutuhan akan pekerja dapat disisi oleh tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.

Sementara itu, Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt. menyampaikan rendahnya minat calon mahasiswa mengambil Prodi pada bidang ilmu sains saat ini. Hal tersebut terlihat dari data survei yang menyebutkan baik pada universitas negeri maupun swasta tidak dapat terpenuhi kuotanya. Minimnya minat tersebut menurutnya antara lain disebabkan kurang adanya gambaran yang jelas pada calon mahasiswa akan karir kedepan serta peluang kerja setelah menyelesaikan studi pada bidang ilmu ini. Selain itu kemungkinan yang lain disebabkan nilai eksak calon mahasiswa pada jenjang sekolah menengah atas masih kurang.

Senada dengan Dr. Ir. Hari Wijayanto, Dekan FMIPA UII mengungkapkan bahwa pengembangan basic sains sangat tinggi kontribusinya dalam perkembangan majunya suatu negara. Bila melihat prosentase di negara-negara maju, alumni yang ada pada bidang basic sain sejumlah 20 persen dari jumlah keseluruhan disiplin ilmu, sementara di indonesia berjumlah 2,4 persen. Bahkan Indonesia juga masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dengan jumlah alumni bidang sains 14 persen.

Namun demikian lebih lanjut Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt. mengungkapkan, dua tahun terakhir jumlah mahasiswa yang ada di Fakultas MIPA UII menunjukkan peningkatan jumlah, bahkan untuk Prodi Statistika telah membuka dua kelas baru. Hal tersebut tentunya menjadi kontribusi yang positif dalam perkembangan bidang sains dan ilmu statistika khususnya di negara ini.

ImageSementara itu Ketua Panitia Munas FORSTAT Tahun 2012, Kariyam, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa hampir semua instansi baik negeri atau swasta dalam berbagai lapangan kerja membutuhkan akan lulusan Sarjana Statistika. Prodi Statistika UII sendiri hingga saat ini telah meluluskan sekitar 350 sarjana Statistika yang telah tersebar di seuruh Indonesia.

“Saat ini, bukan masanya mempertanyakan instansi mana yang membutuhkan Sarjana Statistika, melainkan sebaliknya, yaitu instansi mana yang tidak membutuhkan Sarjana Statistika,” ungkap Kariyam, S.Si., M.Si., yang juga sebagai Kaprodi Statistika UII.

Forum yang beranggotakan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia tersebut telah banyak melakukan sejumlah kegiatan yang mendukung kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain membahas kurikulum, pengembangan forum ke depan, juga akan dilakukan pemilihan pengurus FORSTAT yang baru periode 2012-2014, sekaligus menyusun rencana kerja untuk periode tersebut.

FORSTAT yang terdiri dari UII, UGM, UI, ITB, ITS, UNPAD, IPB, UNHAS, UNDIP, UNMUL, UNIBRAW, UT, UBINUS, UNISBA, IST AKPRIND, Universitas Muh. Semarang, Univ. PGRI Adi Buana, Univ. Gajayana, IST Palapa, UKI Tomohon, USU, Univ. Haluoleo, Univ. Negeri Padang, UNES, AIS Muh. Semarang dan STIS Jakarta berkomitmen untuk senantiasa mengupayakan peningkatan kualitas, baik itu proses maupun outputnya.  Copyright © 2016. Universitas Islam Indonesia

Share this Article …
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!


 

Persepi: audit lembaga survei adalah domain ilmiah

 

 

Persepi: audit lembaga survei adalah domain ilmiahHasil Audit Dewan Etik Persepsi Anggota dewan etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk (kiri), dan Ketua Dewan Etik Persepi, Hari Wijayanto (kanan), memberi keterangan pers seusai sidang dewan etik Persepi mengenai audit lembaga-lembaga survei anggota Persepi atas hasil hitung cepat Pilpres 2014 di Jakarta, Rabu (16/7). (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
 Jakarta (ANTARA News) – Ketua Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) Hari Wijayanto menegaskan proses audit terhadap lembaga survei adalah domain ilmiah dan profesional sehingga tidak harus menunggu hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Proses audit hitung cepat terhadap lembaga survei adalah ilmiah dan profesional, bukan proses politik,” kata Hari Wijayanto di Jakarta, Rabu.

Hari Wijayanto mengatakan hal itu usai Tim Audit Independen yang dibentuk Persepi melakukan audit terhadap lima lembaga survei yang melakukan hitung cepat pada Pemilu Presiden 2014.

Ia menjelaskan, Dewan Etik Persepi telah menjaga objektivitas dan independensinya dengan membentuk gugus tugas yakni Tim Audit Independen dalam mengaudit lembaga-lembaga survei anggota Persepi yang melakukan hitung cepat pada Pemilu Presiden 2014.

“Tim Audit Independen beranggotakan lima orang, dua dari Persepi dan tiga lainnya adalah pakar serta profesional,” kata doktor statistik dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Hari menegaskan, terhadap hasil hitung cepat yang dilkakukan lembaga-lembaga survei anggota Persepi, Tim Audit Indepeden melakukan audit bukan melihat kecocokan pada hasil hitung lengkap oleh KPU, tapi sejauh mana lembaga survei melakukan proses hitung cepat secara ilmiah dan profesional.

“Dengan proses yang ilmiah dan profesional, maka hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” katanya.

Dari tujuh lembaga survei yang dipanggil untuk mempresentasikan proses hitung cepat yang dilakukannya, lima lembaga survei datang memenuhi panggilan dan melakukan presentasi.

Kelima lembaga survei yang kesimpulannya sama adalah, CSIS dan Cyrus Network, SMRC dan Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, Populi Center, dan Pol Tracking Institute.

“Kelima lembaga survei tersebut, setelah melakukan presentasi dan diaudit, ternyata semuanya memenuhi kaidah ilmiah dan profesional, sehingga diputuskan memenuhi syarat,” katanya.

Sedangkan, di lembaga survei lainnya, yakni Puskaptis dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), tidak datang memenuhi panggilan sehingga tidak bisa dilakukan audit.

Menurut Hari, dengan tidak memenuhi panggilan untuk melakukan presentasi hitung cepat, maka Dewan Etik Persepi menilai keduanya tidak memiliki itikad baik untuk mempertanggungjawabkan kegiatan ilmiah yang sudah menimbulkan kontroversi di masyarakat.

“Dewan Etik memutuskan memberhentikan kedua lembaga survei tersebut dari keanggotaan Persepi,” katanya.

Editor: Aditia Maruli. COPYRIGHT © ANTARA 2014

SAS bantu IPB respon isu sektor publik via statistik

| 4.224 Views

SAS bantu IPB respon isu sektor publik via statistik

Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia (tengah) dan Hari Wijayanto, Ketua Departemen Statistika IPB (2 kiri) menunjukkan papan kerja sama SAS Indonesia dan Departemen Statistika IPB dalam program Statistika Ria 2012 didampingi Alan Duta Dinasty, Ketua Panitia Statistika Ria 2012 (kiri), Kristianus Yulianto, Consulting and Services Manager SAS Indonesia (2 kanan) dan Asep Saefudin, Dosen Senior Departemen Statistika IPB (kanan).
(SAS Indonesia)

Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan software analisis, SAS, memberikan dukungan kepada Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk merespon permasalahan kompleks dalam isu sektor publik melalui statistik.Dukungan SAS kepada IPB diberikan sebagai bagian dari SAS Academic Program yang telah diluncurkan sejak 2011 lalu.

“Misi program tersebut adalah membantu universitas dalam memberdayakan para profesional muda bidang statistik sebagai penerus masa depan melalui teknologi yang sejalan dengan lingkungan business analytics,” kata Country Manager SAS Indonesia Erwin Sukiato dalam jumpa pers disela acara Statistika Ria ke-8 di IPB International Convention Center di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

“Kami sangat mendukung Statistika Ria Ke-8 untuk membangun lulusan statistik berkualitas yang memahami pentingnya analytics dan meningkatkan produktifitas mereka pada kompetisi global.”

Dalam Statistika Ria ke-8 yang gelar 29-30 September 2012, salah satu agenda utama yang dibahas adalah bagaimana memanfaatkan statistik dan big data.

Menurut Erwin, selama 36 tahun, SAS telah membantu pemerintah untuk lebih memahami negara mereka, meningkatkan pelayanan bagi warna negara serta meningkatkan perekonomian.

Software SAS telah digunakan oleh 70 lembaga sensus dan statistik pemerintah di seluruh dunia, antara lain Biro Statistik Australiahe Australia, Biro Sensus Amerika Serikat, Statistik Norwegia, Departemen Statistik dan Sensus (C&SD) pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, Institut Statistik dan Geografi Brazil, Kantor Statistik Jerman (Statistisches Bundesamt), dan Statistik Denmark.

SAS juga membantu Departemen Perumahan dan Pengembangan Kota Amerika Serikat untuk menentukan apakah program sosial yang dilakukan dapat membantu memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.

London Fire Brigade (LFB), pemadam kebakaran terbesar Inggris, dapat memprediksi risiko dan menentukan arah strategi pencegahan untuk mengurangi terjadinya kebakaran, korban meninggal dan cedera di wilayah Inggris.

Ketua Departemen Statistika IPB, Dr. Ir. Hari Wijayanto, mengatakan,“Kami yakin jika meledaknya big data dapat membantu berbagai sektor untuk menentukan keputusan yang tepat dalam organisasi. Akan tetapi, masalahnya adalah kemampuan para ahli statistik untuk menggunakan, menganalisa dan mengetahui makna dari big data.

Sementara itu, terdapat berbagai perusahaan yang memiliki big data dan memerlukan lulusan yang dapat membantu mereka dalam menganalisa big data untuk mendukung keputusan bisnisnya. Kondisi ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi para ahli statistik yang dapat diatasi dengan dukungan teknologi. Kami senang bekerja sama dengan SAS dalam menghadapi tantangan tersebut.”

Ketua Panitia Statistika Ria, Alan Duta Dynasti, mengatakan, melalui program Statistika Ria pihaknya mencoba memberikan wawasan baru mengenai kekuatan statistik dan implementasinya dalam sektor publik dan ekonomi.

“Ini merupakan program kedelapan kalinya yang berturut-turut diadakan oleh Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta Institut Pertanian Bogor dalam lima rangkaian kegiatan. Kegiatannya meliputi seminar nasional tentang statistik, kompetisi nasional statistik, achievement motivation training, talkshow dan review buku,” katanya.

Dalam kegiatan seminar, hadir sebagai pembicara antara lain Kristianus Yulianto, Consulting and Services Manager SAS Indonesia, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), dan Deni Irvani SSi, Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Statistika Ria merupakan acara tahunan mahasiswa Statistik se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Profesi Statistik IPB atau di kenal dengan Himpro Gamma Sigma Beta.(*)

COPYRIGHT © ANTARA 2012